Sabtu, 08 Januari 2011

tendangan pisang dalam hukum fisika

Siapa yang tak terkesima dengan tendangan pisang David Beckham atau Christiano Ronaldo? Dua pemain tersebut merupakan representasi pemain-pemain unggul dunia yang mampu melakukan tendangan melengkung bak buah pisang yang tak jarang bola hasil tendangan tersebut bersarang di gawang lawan. Untuk melakukan tendangan tersebut tak hanya butuh teknik menendang yang tinggi, namun mental si pemain sangat mempengaruhi.
Betapa tidak, tendangan pisang bisa terlihat begitu mengagumkan karena biasanya dilakukan dari jarak jauh (di atas 30 meter dari gawang) dengan kekuatan kaki yang dahsyat sehingga efek tendangannya mampu mengalirkan bola secara deras dan dengan lintasan yang melengkung.
Apa rahasia dibalik itu semua? Bakat alami dan latihan yang dilakukan secara konsisten membuat si pemain yang mempunyai keahlian tendangan pisang seakan mempunyai intuisi dan bisa mengukur tendangan seperti apa yang diinginkannya.
Nah, saatnya kita menelisik secara lebih jauh bagaimana sih tendangan pisang jika ditinjau dari aspek sains (hukum fisika)?

seputar bola futsal

Salah satu elemen penting dalam futsal adalah bola yang digunakan dalam permainan. Seperti yang sudah diketahui secara umum bahwa bola futsal sangat berbeda dengan bola yang dipakai di sepak bola konvensional. Dilihat dari segi ukuran, bola futsal memiliki diameter lebih kecil sehingga memerlukan banyak penyesuaian bagi pemain futsal pemula.
Sesuai regulasi yang dikeluarkan oleh FIFA selaku otoritas tertinggi di dunia yang menaungi futsal, bola harus memenuhi kualitas dan ukuran yang telah ditetapkan. Standar teknis sebuah bola yang dipersyaratkan yaitu bola berbentuk bulat, terbuat dari bahan kulit atau bahan lainnya. Diameter bola adalah 62 cm sampai 64 cm dengan berat bola saat pertandingan dimulai antara 400 gram sampai 440 gram.

tendangan penalti

Kemampuan dalam hal menendang tendangan penalti mutlak harus dikuasai oleh setiap pemain Sepak Bola / Futsal, tidak terkecuali untuk penjaga gawang, dikarenakan tendangan penalti bisa memegang peranan penting dalam menentukan menang atau kalahnya suatu pertandingan. Jika tendangan penalti dilakukan dengan baik, maka kemungkinan terjadinya gol akan semakin besar.
         Ada 2 tipe tendangan penalti : Penempatan Arah (Placer) dan Kekuatan Tendangan (Blaster).
         Tendangan penalti dengan kekuatan tenaga menggunakan kaki bagian dalam/punggung, sedangkan penempatan arah (Placer) dilakukan dengan menggunakan kaki bagian dalam.
         Penendang harus memperhatikan juga aspek phisiologi. Hal ini menjadi kunci utama dalam hal menghadapi trik-trik penjaga gawang yang melakukan gerakan-gerakan yang sekiranya akan mengganggu konsentrasi kita.
         Ada beberapa konsep dasar dalam melakukan tendangan penalti.
- Pada saat anda menentukan target bola pada bagian gawang, sekali anda menentukan arah, jangan merubahnya pada saat anda mulai menendang bola.
- Tendang serendah mungkin jika memungkinkan, anda lebih mudah menendang kearah bagian atas mistar gawang dibanding bagian bawah mistar gawang.
- Ambilah arah satu dari 2 pojok gawang dan coba lakukan latihan berulang kali untuk mendapatkan tendangan yang bagus.
 - ada satu hal lagi fakta menarik tentang keeper, biasanya keeper lebih mahir mangantisipasi bola yang melaju ke arah sebelah kirinya 
Selamat mencoba…
sumber http://adoer.wordpress.com/2008/02/16/tips-tendangan-penalti-sepak-bolafutsal/