Senin, 25 Oktober 2010

photography macro serangga


Foto makro selalu membuat orang berdecak kagum. Dalam era digital ini, fotografi makro sudah makin mudah untuk dibuat.



WAKTU YANG TEPAT
Waktu yang tepat menentukan hasil foto yang baik. Seekor capung atau kupu-kupu tentunya cukup sulit difoto saat sedang aktif dengan kegiatannnya. Anda akan merasa frustasi mengejar sang serangga. Oleh sebab itu, carilah saat dimana serangga tersebut tidak terlalu aktif. Umumnya momen tersebut datang pada sore hari. sebagian serangga yang sudah agak tua, akan melambat aktivitasnya pada sore hari.
Apabila anda sangat serius hebdak memotret serangga, akan lebih baik lagi apabila anda mempelajari siklus kehidupan serangga tersebut. Saat seekor capung baru muncul dari air atau kupu-kupu baru keluar dari kepompong, mereka belum dapat terbang. Meskipun sayapnya sudah dapat dikembangkan, serangga yang baru saja mencapai tahap akhir proses metamorfosanya tersebut masih membutuhkan waktu beberapa menit atau bahkan beberapa jam sebelum dapat terbang.

Beberapa fotografer bahkan mengambil batang pohon dimana kepompong menempel dan menanti saat sang kupu-kupu keluar. Usaha yang cukup melelahkan dan membutuhkan kesabaran ini, umumnya membuahkan hasil yang sangat baik. Teknik ini biasanya digunakan untuk memotret kupu-kupu langka.


KEGIATAN SERANGGA
kegiatan serangga adalah objek foto makro yang sangat menarik. Perhatikan kebiasaan serangga yang hendak anda abadikan. Terkadang ada gerakan unik dan bahkan lucu. Umumnya, serangga akan mengulang gerakan yang sama. Jadi, bersiaplah dengan kamera anda. Kupu-kupu yang sedang menghisap madu dari bunga, semut sedang membawa serpihan kayu, rayap sedang membawa larvanya, dan banyak kegiatan lainnya yang dapat anda abadikan. Untuk merekam momen ini dengan baik tentunya membutuhkan kesabaran ekstra. Ketenangan dalam komposisi dan mengatur fokus yang tepat sangat dibutuhkan.


KOMPOSISI
Saat memotret serangga dari jarak sangat dekat, anda tetap harus memikirkan komposisi. "Mimik" serangga, posisi, dan tempat dia hinggap, dan background memainkan peranan penting sekali.
Perhatikan kedua foto dibawah ini.
KOMPOSISI MENARIK : Pemilihan warna daun yang cukup kontras terhadap warna tubuh serangga membuat serangga muncul sebagai point of view.

Meski warna serangga cenderung biasa saja, permainan komposisi warna dan bentuk membuat kedua foto ini menjadi menarik. Serangga juga memiliki "wajah". Jadi perhatikan kemana sang serangga menghadap. Berikan ruang kosong disisi mukanya. Pemilihan warna daun yang cukup kontras terhadap warna tubuh serangga membuat serangga muncul menjadi point of interest secara kuat. Cobalah untuk mengubah posisi pemotretan hingga diperoleh komposisi yang nyaman dilihat. Ingat, bergeraklah dengan perlahan agar serangga yang difoto tidak lari.


MATA
Pada saat pertama kali mulai memotret serangga dengan peralatan/setting makro, tentu anda sulit memilih bagian mana yang akan difokus. Umumnya, pemula akan menekan tombol saat kamera sudah berhasil memfokus. Sebenarnya masih ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan. Anda harus benar-benar memilih bagian yang akan difokus. Seperti halnnya makhluk hidup lainnya termasuk manusia, serangga akan tampak lebih "hidup" apabila matanya tampak tajam.
FOKUS MATA : Serangga tampak lebih hidup ketika bidikan kamera anda difokuskan ke arah mata.

Untuk meyakinkan diri bahwa fokus sudah tepat, ada baiknya anda mengambil beberapa foto yang sama, namun dengan setting fokus yang berbeda. Jangan terlalu cepat puas. Layar pada kamera anda masih terlampau kecil untuk memastikan ketajaman fokus secara detail.


PERALATAN YANG DIBUTUHKAN

COMPACT DIGICAM
SUDAH ADA : Tekan tombol berlogo bunga, dan anda siap untuk pemotretan makro.
Hampir semua digicam memiliki fungsi makro. Umumnya, feature ini diaktifkan debgan memilih simbol berbentuk bunga. Digicam dengan fungsi makro yang baik, dapat memfokus hingga hanya beberapa sentimeter saja. Hasil terbaik dapat diperoleh dengan menggunakan setting manual. Pilihlah aperture yang tepat agar ruang tajam cukup luas. Matikan internal flash agar tidak tampak bayangan yang diakibatkan lensa.
DSLR
Agar dapat membuat foto makro dengan mudah, pengguna DSLR harus mempunyai lensa makro. Lensa standar yang tersedia umumnya tidak cocok untuk membuat foto makro.


AKSESORI
Anda dapat "mengakali" agar kamera dapat memfokus sangat dekat. Berikut ini adalah ketiga metode yang dapat anda pilih :
- Menggunakan filter close up adalah metode paling sederhana. Akan tetapi, kualitas hasilnya tergolong paling rendah.
- Extender dapat menjauhkan jarak bodi (DSLR) dengan lensa. Semakin jauh jarak lensa dengan bodi, semakin dekat jarak fokus terdekatnya. Kualitas hasil fotonya sangat baik, namun anda harus menemukan extender khusus untuk kamera anda.
- Membalik lensa adalah trik lama yang paling efisien. Anda dapat memasang lensa secara terbalik langsung pada bodi (DSLR) atau didepan lensa built-in (digicam).


FLASH KHUSUS
Flash dalam fotografi makro akan sangat berguana, terutama saat memotret serangga dalam lingkungan yang gelap. Selain membuat pencahayaan menjadi terang, flash juga "menghentikan" gerakan serangga. Umumnya, flash makro ini memiliki bentuk seperti gelang besar yang melingkari bagian depan lensa SLR.
FLASH KHUSUS : Inilah flash khusus yang dirancang untuk fotografi makro.
Umumnya, tiap produsen SLR memiliki setidaknya satu flash khusus untuk fotografi makro. Ada pula beberapa produsen flash Third party yang membuat flash makro untuk SLR. Sementara itu, di pasaran sempat tersedia juga lensa makro yang sudah dilengkapi dengan flash. Lensa ini umumnya digunakan untuk pemotretan dental (gigi). Keunggulan flash khusus ini terletak pada lembutnta sinar yang dipancarkan. Penyebaran sinarpun merata. Pada DSLR, flash ini tentu saja menggunakn mode TTL agar pencahayaan dapat dikendalikan secara akurat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar